SAMARINDA-Dunia pendidikan Kalimantan Timur beberapa hari ini kembali dihebohkan oleh isu yang kurang sedap yakni adanya “pungutan” uang kas kelas yang nominalnya jika di total mencapai ratusan juta rupiah.
Guna mencari fakta yang sesungguhnya tim media elangpatria.online melakukan penelusuran dan akhirnya dapat berkomunikasi langsung dengan Kepala Sekolah maupun seluruh walikelas di SMA Negeri 6 Samarinda tersebut.
Alhasil Kepala Sekolah yang kini di jabat oleh Jarnuji Umar mengatakan jika isu tersebut tidak benar dan terkait iuran uang kas per kelas adalah inisiatif dan kesepakatan para siswa sendiri serta tidak ada paksaan.
“Baik terima kasih, jadi saya jelaskan terkait isu uang kas kelas yang sedang ramai diperbincangkan, SMAN 6 Samarinda ingin mengajak orang tua dan masyarakat untuk melihat fakta yang sebenarnya. Uang kas kelas merupakan sarana bagi siswa untuk belajar berorganisasi, mengelola amanah (bendahara), dan menumbuhkan rasa kebersamaan serta semua akan kembali ke murid bukan untuk Sekolah ataupun guru,” ujar Jarnuji Umar.
Jarnuji Umar juga mengatakan bahwa pengelolaannya dilakukan secara mandiri dan sukarela oleh siswa melalui kesepakatan bersama, dengan pendampingan wali kelas sebagai pembina.
“Kami menegaskan bahwa informasi mengenai nominal ratusan juta rupiah yang beredar adalah asumsi dan tidak benar. SMAN 6 Samarinda tetap berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif tanpa memberatkan pihak manapun, terutama bagi siswa yang kurang mampu serta sifatnya bukan paksaan,” tegasnya.
“Mari kita tetap tenang dan fokus pada prestasi serta proses belajar mengajar yang kondusif. Kami terbuka untuk diskusi demi kemajuan pendidikan anak bangsa,”imbuh Jarnuji.
Pihak sekolah maupun dari Dinas Pendidikan Kaltim sendiri juga sangat menyanyangkan kepada medsos maupun media online yang menayangkan dan memviralkan hal tersebut tanpa konfirmasi langsung ke pihak sekolah melainkan hanya berdasarkan asumsi.
“Terus terang kami juga sangat menyangkan hal yang seharusnya bisa dikonfirmasi langsung ke sekolah malah diviralkan, pengelolaan uang kas kelas sekali saya tekankan bahwa uang kas kelas merupakan sarana bagi siswa untuk belajar berorganisasi, mengelola amanah (bendahara), dan menumbuhkan rasa kebersamaan dan tidak ada unsur paksaan,” pungkasnya.
