SAMARINDA-Penyelenggara Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur membidik pemenuhan kebutuhan lahan di area bandara yang dinilai krusial untuk menjamin standar keselamatan penerbangan sipil.
“Untuk itu, kami secara khusus telah berbicara dan meminta dukungan Pemerintah Kota Samarinda terkait pemenuhan kebutuhan lahan tersebut. Hasilnya mendapat sambutan positif dari pihak pemkot,” ujar Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto I Kadek Yuli Sastrawan saat dihubungi, Senin(9/2/2026) malam.
Permintaan dukungan kepada pemerintah daerah ini didasari oleh urgensi bahwa pengembangan bandara tidak semata-mata bertujuan menambah kapasitas terminal atau penumpang, melainkan menitikberatkan pada pemenuhan regulasi keamanan.
Menurut Kadek, ketersediaan lahan penyangga yang memadai sangat dibutuhkan agar operasional penerbangan yang melayani warga Samarinda dapat terbebas dari hambatan atau obstacle yang berpotensi membahayakan manuver pesawat udara.
Komitmen terhadap keselamatan ini sejalan dengan prosedur ketat yang selama ini telah berjalan melalui sinergi intensif antara pihak bandara, BMKG, Airnav, dan seluruh maskapai penerbangan yang beroperasi di ibu kota Kalimantan Timur ini.
“Standar keselamatan yang tinggi ini diterapkan secara merata baik untuk penerbangan perintis seperti Smart Aviation maupun seluruh penerbangan berjadwal komersial lainnya yang mengangkut ratusan penumpang setiap harinya,” ungkap Kadek.
Sementara itu disinggung terkait persiapan arus mudik Lebaran tahun 2026, Kadek mengaku masih terus melakukan persiapan berkolaborasi dengan stakeholder terkait guna antisipasi lonjakan penumpang saat mudik lebaran.
“Untuk saat ini kami masih lakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait seperti tahun tahun sebelumnya untuk arus mudik, antisipasi lonjakan pemudik maupun kenaikan tiket pesawat,” ungkapnya.
Selain itu Kadek juga menyampaikan saat ini pihaknya belum ada penambahan rute penerbangan namun ia juga tidak menampik jika banyaknya keinginan masyarakat rute penerbangan langsung ke Makassar.
“Saat ini kami belum ada penambahan rute penerbangan namun tidak dapat dipungkiri banyak masyarakat yang meminta rute penerbangan langsung ke Makassar dan ini masih terus kami upayakan seiring dengan ditambahkannya pemenuhan kebutuhan lahan area bandara,” pungkasnya.
