SAMARINDA– Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur periode 2022–2027, KH Siswanto, wafat di Samarinda, Rabu 20 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WITA. Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur melalui keterangan resminya.
Kepergian KH Siswanto meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah, umat Islam, hingga masyarakat Kalimantan Timur. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai ulama yang aktif berdakwah dan membina umat di berbagai wilayah di Samarinda.
Selain menjabat Ketua PWM Kaltim, almarhum juga dipercaya sebagai anggota Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Dalam kesehariannya, KH Siswanto rutin mengisi ceramah agama dan majelis taklim, serta dikenal dekat dengan masyarakat.
Sekretaris PWM Kaltim, Amir Hady, dalam keterangannya mengatakan almarhum merupakan sosok sederhana dan penuh keteladanan dalam pengabdian kepada umat.
“Beliau memberikan keteladanan dalam ilmu agama khususnya, yang sangat banyak memberikan manfaat bagi orang lain. Beliau memang orang baik,” ujarnya.
Menurut Amir Hady, wafatnya KH Siswanto menjadi kehilangan besar bagi Muhammadiyah Kalimantan Timur. Sosok almarhum dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam membangun persyarikatan dan memperkuat dakwah Islam di daerah.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan enam orang anak. Dua di antaranya telah berkeluarga, sementara dua lainnya masih menempuh pendidikan.
Rencananya, jenazah akan disemayamkan pada Kamis 21 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WITA hingga waktu Zuhur di Masjid Ad-Dakwah Pusat Dakwah Muhammadiyah Kaltim, Samarinda. Setelah salat Zuhur berjamaah, jenazah akan diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Gang Walet, Jalan A. Wahab Syahrani, Samarinda.
PWM Kalimantan Timur turut mengajak seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat untuk mendoakan almarhum agar diampuni segala dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sementara itu Ustadz H Suwoko yang juga pengurus PWM Kaltim mengatakan bahwa almarhum tidak memiliki riwayat penyakit apapun, KH Siswanto meninggal dunia dalam keadaan tidur usai mengisi sebuah ta’klim.
“Almarhum KH Siswanto meninggal dunia dalam keadaan tidur, beliau istirahat tidur. Habis isi taklim di ratu kosmetik jam 11 selesai, pulang ,makan, tidur dan jam 12 dibangunkan oleh istrinya untuk sholat dhuhur namun sudah tidak ada (wafat),” ujar Ustazd Suwoko.
Sugeng Tindak pak Yai…swargi ingkang Agung.
