JAKARTA– Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin melantik dan memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan 34 pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung, Selasa 11 Agustus 2026 di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung.
Pelantikan ini mencakup Kepala Kejaksaan Tinggi/Kajati di 17 wilayah, pejabat struktural Eselon II di Kejaksaan Agung, hingga jajaran Badan Pemulihan Aset dan Badan Diklat Kejaksaan RI.
Salah satu nama yang dilantik adalah Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H.yang resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
Beberapa pejabat strategis yang dilantik antara lain:
1. Dr. Sutikno, S.H., M.H.sebagai Kajati Daerah Khusus Jakarta
2. Dr. RD Teguh Darmawan, S.H., M.H. sebagai Kajati Jawa Barat
3. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. sebagai Kajati Sulawesi Selatan
4. Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. sebagai Kajati Sumatera Selatan
5. Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. sebagai Kajati Kalimantan Timur
6. Sukarman Sumarinton, S.H., M.H. sebagai Kajati Kalimantan Selatan
7. I Putu Gede Astawa, S.H., M.H. sebagai Kajati Papua Barat
8. Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn. sebagai Kajati Aceh
9. Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H. sebagai Direktur Penyidikan pada Jampidsus
10. Yudi Triadi, S.H., M.H. sebagai Kapus Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset Badan Pemulihan Aset
Mengawali amanatnya, Jaksa Agung menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan seluruh pejabat yang ditunjuk merupakan insan terbaik Korps Adhyaksa yang telah melalui kajian mendalam dan penilaian objektif.
Rotasi, mutasi, dan promosi ini, menurut ST Burhanuddin, merupakan langkah strategis untuk memperkuat manajemen karier dan mendorong peningkatan kinerja guna mewujudkan visi dan misi institusi.
“Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas,” tegas Jaksa Agung.
Dalam kesempatan itu, ST Burhanuddin menyoroti dinamika organisasi. Ia menyebut pelantikan ini berlangsung di saat Kejaksaan sedang berada dalam masa ujian, bukan dalam kondisi dipuji.
Oleh karena itu ia menginstruksikan seluruh pejabat baru untuk segera mencurahkan tenaga, pikiran, dan kemampuan terbaik guna memulihkan marwah institusi serta memperkuat kembali public trust.
Secara khusus, Jaksa Agung meminta para pejabat baru fokus pada penanganan perkara yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat, serta perkara yang berdampak besar terhadap keuangan dan perekonomian negara.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan penanganan korupsi. Penanganan tidak boleh lagi terpusat di Kejaksaan Agung semata.
“Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri harus berani mengambil bagian dalam menangani perkara-perkara korupsi strategis secara profesional dan bertanggung jawab,” perintahnya.
Mengingat besarnya pengawasan publik, ST Burhanuddin mengingatkan agar seluruh insan Adhyaksa menjaga integritas dan menghindari perbuatan tercela.
“Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya.
Kepada para Kajati yang baru, Jaksa Agung mengarahkan agar segera beradaptasi dan memetakan permasalahan di wilayah kerja secara cepat, tepat, dan proporsional.
Penegakan hukum di daerah diminta dilaksanakan secara senyap, tenang, terukur, dan tanpa kegaduhan kontraproduktif. Para Kajati juga diminta membangun sinergi solid dengan Forkopimda tanpa mengorbankan independensi, serta memperkuat transparansi publik dan pengawasan melekat.
Sementara bagi Pejabat Eselon II di Kejagung, ST Burhanuddin meminta segera menguasai tugas dan fungsi baru. Sebagai pusat perumusan kebijakan, Kejagung harus memastikan penegakan hukum berjalan seragam, konsisten, dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Mereka juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat sinergi antar bidang, dan berpedoman pada prinsip good governance.
Mengakhiri amanat, Jaksa Agung menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama dan keluarga besar Ikatan Adhyaksa Dharma Karini.
“Ibarat matahari, jabatan pasti akan terbenam, tetapi cahaya pengabdian akan senantiasa menyala. Semoga setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah” pungkasnya.
Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Jaksa Agung Prof. Dr. Asep N. Mulyana, Ketua Komisi Kejaksaan Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badan, serta jajaran pimpinan Kejaksaan Agung.
