“Tidak ada intimidasi dan ancaman”. Pernyataan tegas itu disampaikan Kabid Keperawatan RSUD AWS Syahrial Hidayat dan Ketua DPD PPNI Samarinda Ade Maria Ulfah untuk meluruskan informasi yang viral di media sosial terkait pertemuan dengan nakes usai demo.
SAMARINDA– Pasca aksi unjuk rasa ratusan tenaga kesehatan/tenakes RSUD A. Wahab Sjahranie/RSUD AWS Samarinda beberapa hari lalu, sejumlah isu bermunculan di media sosial.
Salah satunya narasi yang menyebut para nakes yang ikut aksi demo mendapat intimidasi hingga ancaman. Nama yang disebut dalam unggahan tersebut adalah Ade Maria Ulfah, Tim Ahli untuk Percepatan Pembangunan Gubernur Kalimantan Timur yang juga menjabat Ketua DPD PPNI Kota Samarinda, dan H. Syahrial Hidayat, Kepala Bidang Keperawatan RSUD AWS.
Saat dikonfirmasi, Kabid Keperawatan RSUD AWS Syahrial Hidayat membantah keras adanya intimidasi maupun ancaman seperti yang beredar.
“Tidak ada intimidasi dan ancaman. Kami pertemuan atas niat silaturahim dan atas amanah jabatan Kabid Keperawatan saya juga turut berbagi arahan dan motivasi untuk menjaga kondusifitas sebagai sesama profesi perawat,” ujar Syahrial.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka menjaga komunikasi internal antar sesama perawat dan memastikan pelayanan di rumah sakit tetap berjalan kondusif pasca aksi.
“Saya tidak bisa meminta pemberitaan yang baik, namun saya yakin bila ada yang tidak suka pasti maknanya akan negatif,” imbuhnya.
Senada, Ketua DPD PPNI Kota Samarinda Ade Maria Ulfah juga membantah tudingan tersebut. Melalui pesan WhatsApp kepada awak media, ia menegaskan tidak pernah melakukan intimidasi apalagi ancaman kepada nakes.
“Biar saja viral karena kami tidak ada intimidasi dan ancaman kepada nakes seperti berita-berita yang viral di medsos. Intinya jika saya dituding seperti itu biarkan saja, ada Allah ada Rasulullah,” tegas Ade Maria Ulfah.
Ade Maria yang juga menjabat sebagai Tim Ahli Gubernur Kaltim itu meminta publik tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Baik pihak RSUD AWS maupun PPNI Samarinda mengimbau seluruh nakes untuk tetap menjaga profesionalitas, soliditas, dan kondusifitas lingkungan kerja.
Mereka juga mendorong, jika ada permasalahan internal agar diselesaikan melalui jalur komunikasi dan organisasi profesi, bukan melalui narasi yang dapat memecah belah.
Hingga saat ini, manajemen RSUD AWS menyatakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan normal dan tidak ada dampak dari aksi maupun isu yang beredar.
