SAMARINDA– Seminar Keperawatan bertema Leadership, Manajemen Konflik, dan Berpikir Positif yang digelar Rumah Sakit Ince Abdul Moeis Samarinda ternyata lahir dari inisiatif langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun.
Ketua Panitia Seminar Keperawatan, Ns Fennitiandi M.Kep, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan dan pelayanan di kalangan perawat se-Kota Samarinda.
“Kegiatan seminar ini merupakan salah satu inisiasi Wali Kota Samarinda Andi Harun. Beliau meyakini bahwa pelayanan yang baik lahir dari leadership dan manajemen yang kritis. Kami membalut nilai itu dalam tema seminar kali ini,” ujar Fennitiandi.
Menurutnya, tujuan utama seminar adalah melatih seluruh perawat dan kepala ruangan atau Pimpus se-Samarinda agar memiliki cikal bakal leadership, kemampuan pelayanan, serta keterampilan manajemen konflik. Harapannya, perawat tidak lagi bergantung penuh pada pimpinan ketika menghadapi persoalan di lapangan.
Seminar yang digelar di aula Kantor Bapperida Samarinda, Minggu (24/5/2026), diikuti 210 peserta. Dari jumlah itu, 156 peserta hadir secara langsung dan telah terdaftar sebelumnya. Sisanya mengikuti secara daring melalui Zoom untuk mengakomodasi perawat RS IA Moeis yang sedang bertugas dan tidak bisa hadir langsung.
Fennitiandi menjelaskan, seminar ini juga menjadi bagian dari langkah awal RS IA Moeis dalam proses transformasi menuju rumah sakit pendidikan. Pihaknya sengaja menghadirkan pembicara yang memiliki kompetensi leadership, salah satunya Wali Kota Samarinda.
“Secara tidak langsung, dengan adanya kegiatan perdana ini, RS baru melaksanakan coba kami balut dengan pembicara yang telah memiliki kompetensi leadership seperti Wali Kota Samarinda,” katanya.
Ia berharap, setelah mengikuti seminar, perawat memiliki keberanian dan kapasitas untuk menyelesaikan masalah atau konflik secara mandiri sesuai standar pelayanan. Dengan begitu, koordinasi dengan pimpinan hanya dilakukan pada kasus yang memang memerlukan keputusan strategis.
“Harapan kami untuk layanan rumah sakit nanti, teman-teman tidak lagi serta merta harus koordinasi dengan pimpinan ketika ada masalah atau konflik. Mereka sudah punya kerangka berpikir dan keterampilan untuk menyelesaikannya,” tegas Fennitiandi.
Seminar ini menjadi salah satu upaya konkret RS IA Moeis dalam memperkuat sumber daya manusia menyongsong status sebagai rumah sakit pendidikan pertama di Kalimantan Timur.
